Daftar Menu Blog

Minggu, 20 Maret 2011

Semarang United Dekati Persema di Puncak


Bungkam Manado United 2-0
Janji skuad Semarang United untuk menempel pemuncak klasemen sementara Liga Primer Indonesia Persema Malang dibuktikan. Bermain di Stadion Klabat tadi, Amarildo Souza cs berhasil membawa tiga poin penuh setelah berhasil menumbangkan tim tuan rumah Manado United dengan skor menjanjikan 2-0.

Adalah marquee player Semarang United Amancio Fortes di menit ke-51 dan pemain senior Komang Mariawan pada menit 86 yang membawa kemenangan Semarang United setelah gol-golnya tak mampu dibalas oleh tuan rumah, yang seperti kehilangan akal menembus aksi impresif dari kiper Yoga Wahyu Arif Pratama.

Bermain di bawah guyuran hujan lebat, kedua tim mengawali pertandingan dengan saling meraba kekuatan tim lawan. Maklum, ini merupakan pertemuan awal bagi kedua tim. Serangan banyak yang mentok di lapangan tengah.

Manado United yang tampil dengan lima pemain muda, sebenarnya memiliki banyak peluang pada babak pertama tersebut. Dua kali tendangan bebas Eugene Dadi hanya mengenai tiang gawang dan satunya berhasil ditepis Yoga.

Bahkan sebuah peluang emas dari Jardel Santana di depan gawang Yoga juga masih melenceng tinggi di atas mistar. Padahal saat itu posisi Jardel telah sendirian tak terkawal dimana kiper Yoga juga sudah tidak berada di posisi karena keburu menutup pergerakan Anggi Karamoy. Sayang, karena terburu-buru, peluang emas tersebut akhirnya gagal berbuah gol.

Semarang United sendiri yang pada babak pertama hanya mengandalkan serangan balik justru mengancam pada akhir babak pertama. Lewat umpan terobosan udara yang dikirimkan Amarildo Souza dari lapangan tengah, striker senior Komang Mariawan terlepas dari jebakan offside lini belakang Manado United.

Namun, kesigapan kiper Manado United Bogey yang langsung menutup pergerakan dari Komang membuat sepakan mantan pemain Persikota Tanggerang ini berhasil dipeluk dengan baik oleh Bogey. Babak pertama pun berakhir dengan skor kacamata alias 0-0.

Babak kedua dimulai, sebuah inisiatif serangan langsung diambil oleh anak-anak besutan Eddy Paryono. Alhasil sebuah serangan yang tersusun rapi dari lapangan tengah pada menit ke 6 babak kedua atau menit ke 51 membuat Amarildo dengan mudah mengirimkan umpan matang ke dalam kotak penalty Manado United.

Marquee Player Semarang United berharga Rp 3 milliar Amancio Fortes pun menunjukkan kelasnya. Berduel dengan dua punggawa Manado United Warsidi dan Felix Yetna yang notabene mempunyai postur badan lebih tinggi, Amancio justru mampu memenangkan duel udara tersebut dan menanduk bola ke sudut kiri jala gawang Manado United yang dikawal Bogey. 1-0 untuk Semarang United.

Ketinggalan, Pelatih Manado United Muhammad Zein Alhadad langsung menginstruksikan para pemain untuk menyerang. Amaral da Silva yang awalnya disimpan akhirnya dimasukkan untuk menggantikan Jardel Santana yang bermain kurang apik. Serangan pun sedikit hidup.

Sayang penampilan apik dari kiper Yoga mampu mementahkan semua peluang anak-anak North Storm ini. Tercatat 4 peluang emas dari Eugene Dadi, Razi Alkarani dan sepakan Amaral berhasil digagalkan oleh Yoga yang memang tampil sangat gemilang pada pertandingan tersebut.

Keasyikan menyerang, Manado United lupa bertahan. Dua kali serangan balik langsung mengarah ke dalam kotak penalty. Beruntung penyelamatan-penyelamatan spektakuler diperlihatkan Bogey.

Namun empat menit jelang bubaran, tepatnya pada menit 86, lagi-lagi sebuah skema permainan dari lapangan tengah mampu mengirimkan bola terobosan kepada Komang Mariawan. Di sisa-sisa tenaganya, Komang yang sempat menghuni skuad Gresik United ini mampu mengecoh Bogey yang harus keluar dari sarangnya.

Dengan tenangnya striker yang baru saja genap berusia 35 tahun pada 19 Maret kemarin menceploskan bola yang memang sudah kosong. 2-0 untuk Semarang United sekaligus memantapkan kemenangan dari tim asuhan Eddy Paryono ini.

Gol ini sendiri untuk Komang merupakan kedua kalinya secara beruntun setelah pada pertandingan melawan Tangerang Wolves juga mencetak satu-satunya gol pada laga tersebut.

Seusai laga, Pelatih Semarang United Eddy Paryono mengaku sangat senang dengan hasil yang diperoleh mereka. Eddy sendiri menyebutkan jika tim tuan rumah tidak beruntung karena banyak peluang yang diciptakan sehingga anak asuhannya yang keluar sebagai pemenang karena lebih tenang dalam memanfaatkan peluang.

“Untuk target kami belum pikirkan, yang penting kami bisa main bagus di semua laga,” tutup pelatih PSIS Semarang ketika menjuarai Divisi Utama Liga Indonesia pada 1999 di Stadion Klabat. (isa anshar jusuf/tempo)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar